Tuesday, August 16, 2022
Semua Tentang Jawa Timur


Awal Penyebaran, Agama Islam di Kabupaten Lamongan

Agama Islam Di muka telah dikemukakan bahwa semenjak abad XIV Lamongan menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit. Sehubungan dengan itu pula…

By Pusaka Jawatimuran , in Lamongan Sejarah Th. 1994 , at 15/11/2012 Tag: , , , , ,

Agama Islam Di muka telah dikemukakan bahwa semenjak abad XIV Lamongan menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit. Sehubungan dengan itu pula pengaruh agama Hindu juga Budha cukup kuat terutama di daerah bagian selatan. Tetapi keadaan itu menjadi berubah tatkala pusat kerajaan Majapahit mulai melemah dan terus bertambah lemah sebagai akibat perang saudara untuk memperebutkan tahta semenjak perang Paregreg (1401 – 1406). Perang saudara itu tidak pernah berhenti, sampai akhirnya Majapahit dapat dikalahkan oleh Girindrawardhana dari Kediri pada tahun 1478 M.

Surutnya kerajaan Majapahit, memberikan kemudahan terhadap ber­kembangnya agama Islam di daerah Lamongan, dan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Sebagaimana di daerah-daerah lainnya di Jawa, berkembangnya agama Islam di daerah Lamongan lewat usaha yang sungguh-sungguh oleh para ulama dan para pedagang. Para ulama penyebar Islam pada masa awal itu oleh masyarakat diidentifikasi sebagai Waliyullah atau secara mudah disebut Wali.

Wali berarti orang yang sangat taat kepada Allah, terpelihara dari perbuatan maksiat dan memiliki karamahydkni kemuliaan, kelebihan dalam arti ilmu dan kesaktian. Sedangkan kata “Sunan”, berarti sebutan penghormatan seperti “Paduka yang mulia” iZijnHeiligheid) uptuk sebutan para Wali Islam.

Di Kabupaten Daerah Tingkat II Lamongan terdapat beberapa makam Islam kuna yang berkaitan dengan awal penyebaran agama Islam, yaitu antara lain :

  1. Makam Sunan Drajat di Desa Drajat Kecamatan Paciran.
  2. Makam mBah Deket atau Sunan Lamongan di Desa Deket Kecamatan Deket.
  3. Makam mBah Lamong di kota Lamongan yang oleh masyarakat diyakini sebagai makam Rangga Hadi.
  4. Makam Raden Nur Rahmat di Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran.
  5. Makam Pangeran Sedamargi di Mantup.
  6. Makam Panembahan Agung Singodipuro di dusun Badu, Desa Wanar Kecamatan Pucuk.
  7. Makam mBah Barang di Baturono Karangbinangun.
  8. Makam Santri di Tenggulun Paciran.

Dari banyaknya makam Islam kuna tersebut, memberi petunjuk bahwa penyebaran agama Islam di wilayah Lamongan ini dahulu benar- benar dilakukan secara intensif. Sekalipun kadar religiositasnya tidak merata dan sama, tetapi secara keseluruhan usaha penyebaran agama Islam di wilayah ini benar-benar berhasil. Keberhasilan itu berlanjut sampai sekarang.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LAMONGAN MEMAYU RAHARJANING PRAJA, Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II, Lamongan 1994, hlm. 24

%d blogger menyukai ini: