Monday, June 24, 2024
Semua Tentang Jawa Timur


Lele Phyton, Pamekasan

Nikmatnya Omzet Lele Phyton Anda mungkin belum banyak mengenal ikan lele phyton. Ya, usaha Ishak, warga Desa Nyalaran, Kelurahan Lawangan Daya,…


Nikmatnya Omzet Lele Phyton

Anda mungkin belum banyak mengenal ikan lele phyton. Ya, usaha Ishak, warga Desa Nyalaran, Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, mengembangkan budidaya ikan lele phyton sejak tiga tahun silam tak sia-sia. Hasilnya pun menggiurkan karena omzetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ishak mengaku, modal awal yang disiapkan untuk mengembangkan lele phylon Rp 30 juta. “Alhamdulillah, budidaya lele phylon kini omzetnya tembus sampai ratusan juta rupiah,” ujarnya saat dilemui di rumahnya, 22 Mei (2011) lalu. Untuk harga sepasang indukan lele phylon dengan umur dua tahun berkisar antara Rp 200 ribu – Rp 250 ribu. Sedangkan harga per ekor bibit lele sekitar Rp 150 ribu.

Setiap satu ekor induk lele phyton bisa menghasilkan 30.000 telur. “Saya sekarang memiliki puluhan ekor lele phyton indukan dengan menghasilkan jutaan guraya (anak lele),” kata dia. Kini Ishak sudah bisa menikmati hasil budidayanya. Setiap bulan, dia mengirim dua ton bibit lele phyton ke tiap pelanggannya yang berada di luar Pulau Madura. Lelaki berkacamata itu kini telah memiliki puluhan pelanggan.

Lele phyton merupakan perkawinan silang antara lele dumbo dengan lele impor dari Thailand. Hasilnya, ukurannya super jumbo dengan berat sekitar 7 kg per ekor.  Bentuk tubuhnya pun panjang ramping dan bermulut kecil seperti ular phyton.  “Karena hasil perkawinan silang antara kedua jenis lele itu sangat besar, saya beri nama lele phyton,” kata Ishak. (jat)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Dera Desa, Edisi 44, Juni 2011, hlm. 33

Comments


Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: