Tradisi Lamaran di Kabupaten Lamongan

Istilah yang berlaku di daerah Lamongan berumah tangga adalah laki-rabi Bahwa wanita membutuhkan laki-laki, dan pria membutuhkan rabi. Maka dari itu wanita dan pria melaksanakan laki-rabi agar mempunyai keturunan. Menurut istilah Lamongan tidak ada wanita yang rabi, tetapi wanita yang Selengkapnya

Legenda tradisi melamar, di Kabupaten Lamongan

Latar belakang terjadinya tradisi wanita melamar pria di daerah Lamongan ini menurut para narasumber adalah sebagai berikut. Bupati Lamongan yang ketiga, yaitu Raden Panji Puspokusumo adalah putera Cakraningrat dari Madura yang masih keturunan ke 12 dari Prabu Hayam Wuruk raja

Selengkapnya

Pengantin Bekasri

Di berbagai daerah di Indonesia mempunyai perbendaharaan tradisi tata rias dan tata busana mempelai. Begitu pula di Jawa Timur juga mempunyai tata rias dan busana mempelai gaya Madura, gaya Surabaya, gaya Mojoputri yang dikembangkan di daerah Mojokerto, dan di Lamongan Selengkapnya

Pengantin Bekasri, Tradisi pernikahan di Lamongan

Daerah Lamongan mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan. Tradisi pernikahan di Lamongan ini disebut Pengantin Bekasri, berasal dari kata bek dan asri; bek berarti penuh, dan asri berarti indah menarik, jadi Bekasri berarti penuh dengan keindahan yang menarik hati. Selengkapnya

Sejarah Pembentukan Kabupaten Sidoarjo

Jalan Lempeng Ke Sidoarjo

Perjalanan Sidoarjo menjadi daerah yang mandiri tidak memerlukan proses yang berbelit. Saat itu wilayah Surabaya sangat luas, bahkan sampai ke Pulau Kalimantan. Pembentukan Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu cara untuk mempermudah pengawasan terhadap Kabupaten Surabaya setelah … Selengkapnya

Bupati Sidoarjo Era Kolonial

Semula rumah Kabupaten di daerah kampung Pandean, kemudian Bupati  Cokronegoro I memindahkannya ke Kampung Pucang (Wates). Adapun tetenger pemindahan ini adalah Masjid Jamik (Masjid Agung), Pesarean Pendem (Asri). 

Tahun 1862, beliau wafat setelah menderita sakit, dan dimakamkan di Pesarean Pendem … Selengkapnya

Sidoarjo di Masa Pancaroba Sejarah

Pancaroba masa peralihan abad ke-19 ke abad ke-20 ialah ucapan yang lumrah diketengahkan dalam sejarah Sidoarjo, bahwa suatu jiwa zaman (zeitgeist) membentuk kepribadian seseorang dan kelompok masyarakat yang hidup di masa itu. Abad ke-20 bercirikan nasionalisme serta produk Selengkapnya

Jihad di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo

Sebuah Kasus Perlawanan Fisik yang paling terkenal adalah jihad di Gedangan yang dipimpin oleh Kiai Hasan Mukmin. Sebab-sebab pemberontakan berakar dari gerakan agama yang berbasis masyarakat tani. Karenanya tipikal gerakan itu menjadikan

permasalahan petani sebagai isu sentral. Gerakan ini mengalami … Selengkapnya

Dewi Kilisuci Dan Kesunyian Selomangleng

Andai Dewi Kilisuci bersedia menjadi ratu di Kahuripan, barangkali sejarah tidak mengenal kerajaan Jenggala. Tetapi karena sang dewi lebih tertarik pada kesunyian gua Selomangleng (Kediri) daripada pesta pora hedonistik istana, maka Ayahnya, Airlangga merasa perlu membagi kerajaan menjadi dua.Pembelahan

Selengkapnya

Mitologi Candi Pari, Kabupaten Sidoarjo

Mitologi Candi PariSalah satu cagar budaya yang bisa dikatakan utuh sampai sekarang adalah Candi Pari. Candi yang terletak di kecamatan Porong ini di bangun pada jaman Majapahit atau seperti yang tertulis pada 1293 C (1371 M ). Selengkapnya