Batik Warna Alam Kediri

BATIK atau kain batik  memang unik. Kain batik banyak di minati masyarakat untuk dijadikan sebagai bahan sandang. Berdasarkan hal tersebut tidak sedikit masyarakat Kabupaten Kediri yang mulai membuka usaha batik. Salah satunya Ardini, pemilik usaha Batik Hardini dari Papar, Kabupaten Kediri. Batik Hardinj mulai diproduksi tahun 2013. Ardini mengaku sebelum mengawali usaha, ia tidak memiliki latar belakang bidang kesenian. Namun di tahun 2007 dia mulai mengikuti beberapa pelatihan dan workshop. “Saya tertarik membatik akhirnya saya mengikuti les dan workshop untuk mempelajari teknik awal hingga teknik mewarnai yang benar,” katanya.

Setelah mengikuti beberapa pelatihan dan workshop, Ardini pun mulai beranjak memba­tik. Bahan yang digunakan bermacam-macam, mulai dari kain katun jepang, katun sutra, katun primisima, serta pewarna alam dan pewarna sintesis.

“Kalau untuk pewarna alam itu seperti teger, tingi, julawis, indigo yang diambil dari daun dan batangnya, kalau pewarna sintesis dari remasol,” ucap wanita berusia 45 tahun ini.

Batik Hardini diproses dengan cara yang sama yakni menggunakan canting, hanya untuk proses pembuatan warna yang berbeda. Perbedaan tersebut berdasarkan proses menghasilkan warna.

Untuk warna alam sedikit lebih rumit dengan merebus dedaunan atau batang hingga keluar warna dari bahan-bahan tersebut. “Yang banyak diminati masyarakat itu warna sintetis karena lebih murah dan warna yang dihasilkan lebih ngejreng,” tambahnya.

Beberapa motif pirn sudah pernah dibuat, namun dia tetap melayani pesanan dari para konsumen. Ardini juga memproduksi batik dengan metode eco print serta membuat sarung bantal, syal, jilbab dengan motif batik. Kisaran harga batiknya cukup terjangkau mulai dari

Tidak hanya dari Kediri dan sekitar, batik Hardini juga sudah dipesan hingga luar Jawa. Bila ingin menambah koleksi batik, silakan menghubungi Ibu Ardini di nomor HP 0852 3488 1141/0857 3640 4440. “Atau bisa langsung ke rumah, di jl Gajah Mada No 4 RT 02 RW 06 Krajan Kec. Papar, Kab. Kediri,” kata Ardini. (kei, mik)

Sumber :    Dinukil Dari Majalah Puspa, Edisi 92 September 2018 hal. 39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *