Gunung Bromo dan Air Terjun (Tumpak) Sewu

PROBOLINGGO

Probolinggo dikenal dengan daya tarik Gunurig Bromo yang terletak di Kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Luas kawasan taman nasional ini adalah 58.000 hektar, membentang di Kabupaten Malang,

Pasuruan, Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Kawasan ini merupakan daerah p? tujuan wisata utama di Jawa Timur dengan G. Bromo sebagai pusatnya. Gunung Bromo dikelilingi oleh iautan pasir seluas 5.290 hektar yang sesungguhnya juga merupakan suatu kaldera. Panoramanya sangat memikat, di tengah- tengah laut pasir ini menjulang G. Bromo setinggi 2.332 meter dpl. Untuk mencapai Gunung Bromo wisatawan dapat masuk dari empat kabupaten tersebut.

Namun yang paling diminati adalah masuk dari Pasuruan lewat Wonokitri dan Tosari. Biasanya wisatawan mulai meninggalkan Tosari atau Wonokitri sekitar pukul 03.30 dini hari. Sesampainya di Penanjakan wisatawan dapat melihat matahari terbit di celah G. Bromo. Puas melihat matahari terbit, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Iautan pasir dan naik ke bibir kawah melewati 247 anak tangga beton dengan menyewa kuda atau berjalan kaki. Pintu masuk yang lain menuju G. Bromo dapat melalui Tongas. Probolinggo. Desa terakhir yang bisa dicapai dengan kendaraan beroda 4 adalah Cemorolawang. Dari desa ini perjalanan ke G. Bromo dilanjutkan dengan jalan kaki atau berkuda sejauh 2,5 km melintasi laut pasir menuju bibir kawah G. Bromo. Penduduk asli di sekitar G Bromo (masyarakat Tengger) memiliki tradisi Upacara ritual Yadnya Kasada yang diadakan setahun sekali sesuai perhitungan tahun mereka. Obyek wisata alam disekitar G. Bromo adalah air terjun Madakaripura yang oleh sebagian masyarakat dipercaya sebagai tempat bertapanya Gajah Mada di era kejayaan Majapahit. Madakaripura berada pada ketinggian 620 dpi terletak di desa Sapih, Kec. Lumbang. Bagi pencinta olah raga petualang, rafting menyusuri S. Pekalen sejauh 9 km akan menjadi pilihan lain untuk dicoba. Probolinggo juga dikenal sebagai daerah penghasil buah mangga dan anggur.

PASURUAN

Pasuruan terletak 60 km arah tenggara Surabaya, merupakan pintu masuk ke kawasan Bromo dari arah barat. Dari G. Penanjakan dapat dinikmati panorama G. Bromo yang indah. Gunung Bromo dikelilingi laut pasir yang luas dengan latar belakang G. Semeru, 3676 m dpi (gunurig tertinggi di Jawa). Bila cuaca baik dari G. Penanjakan wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbit yang mempesona. Momen  ini sangat diburu dan digemari oleh wisatawan mancanegara.

LUMAJANG

Daya Tarik wisata alam di Lumajang yang ramai dikunjungi antara lain segitiga ranu yaitu Ranu Pakis. Ranu Bedali dan Ranu Klakah. Di Ranu Klakah selain obyek wisata berupa telaga, juga tersedia fasilitas pemancingan. Bagi pencinta wisata alam mendaki gunung, dari Ranu Pane inilah para pendaki memulai perjalanannya menuju puncak G. Semeru. Daya tarik wisata lain yang cukup dikenal adalah Pura Mandara Giri, sebuah pura yang banyak didatangi oleh umat Hindu di Bali.

Air Terjun (Tumpak) Sewu

Ulang tahun Pura Mandara Giri (Piodalan) merupakan upacara keagamaan yang didatangi oleh umat Hindu seluruh Indonesia dan diminati oleh wisatawan asing karena banyak menyajikan kesenian tradisional sebagai bagian dari upacara. Lumajang juga memiliki air terjun yang sangat indah yaitu Air Terjun (Tumpak) Sewu, disamping itu Lumajang juga dikenal sebagai daerah penghasil pisang, terutama Pisang Agung.

Sumber :   Dinukil dari Terbitan Brosur Peta Wisata Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, tahun 2018  hal. 25-26.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *