Istana Kalong Raksasa, Dusun Umbulsari Desa Sumbermujur Kec. Candipuro, Kab. Lumajang

Ada banyak destinasi wisata menarik di Lumajang, selain sisi petualangan yang sangat menantang dan eksotis untuk diabadikan disini juga ada destinasi yang sangat unik dan sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke Lumajang. Wana Wisata Alam Hutan Bambu Istana Kaiong dan Kera yang terietak di dusun Umbulsari, desa Sumbermujur, kecamatan Candipuro, kabupaten Lumajang.

Wisata hutan bambu yang memiliki area seluas 14 hektar ini sangat cocok dikunjungi , bagi keluarga, pecinta lingkungan maupun penelitian ilmu pengetahuan mengingat di I hutan bambu ini terdapat berbagai macam species tanaman bambu. Hutan bambu disini l teriihat elok dan tidak sama sekali ada kesan angker jika anda memasuki areanya, malah disini pengunjung bisa menikmati suasana sejuk dan tenang.

Udara nan sejuk dan daun-daun nan rimbun dari pohon bambu yang meredam sinar matahari cocok bagi anda dan keluarga untuk bersantai sambil membawa kudapan makan siang. Dari jejauhan, teriihat hutan bambu ini layaknya terowongan raksasa alami dari jutaan batang bambu yang berjajar sepanjang jalan.

Nah, yang menarik lagi selain ratusan ekor Kera dan terowongan raksasa alami dari jutaan batang bambu, anda juga bisa melihat atraksi puluhan ribu Kalong Raksasa dengan nama latin Pteropus vampyrus atau dalam bahasa Inggris Kalong biasa dikenal Giant Fruit Bats atau Flying Foxes. Karena Kalong merujuk pada Kekelawar pemakan buah, bunga nectar dan serbuk sari yang berukuran besar.

Kalong raksasa bisa mencapai berat 1500 gram dan bentangan sayap hingga 1700mm. Kalong memiliki mata yang besar sehingga mereka dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya. Indra yang secara utama digunakan untuk navigasi adalah daya penciumannya yang tajam, Kalong tidak mengandalkan diri pada pendengaran selayaknya Kekelawar pemakan serangga, Kalong sering mencari makanannya sampai jauh, hingga sejauh 40 mil dari tempat tidurnya.

Pada umumnya jenis Kalong tidur dalam kelompok besar di pohon yang tinggi, pohon yang mati atau pada ranting-ranting yang gundul tak berdaun. Untuk itu, waktu yang pas bagi anda melihatnya pada siang hari, ada sekitar 15000 ekor Kalong Raksasa bergelantungan di pohon-pohon bambu dan sekitarnya.

Atmosfernya terasa sangat berubah saat seseorang memukulkan sebatang kayu besar di salah satu batang pohon nan besar, puluhan ribu Kalong yang sebelumnya bergelantungan secara serentak terbang melakukan manuver menarik di langit. Karena suara sabetan kayu nan keras itulah puluhan Kalong terbang berputar-putar di atas pohon lalu kembali bergelantungan usal bersama meiakukan manuver. Banyak jenis Kalong yang menghadapi kepunahan, terutama di kawasan Pasifik. Sejumlah species terancam punah karena perburuan yang berlebihan untuk konsumsi manusia. Daging Kalong merupakan makanan yang lezat, dan hal itu mendorong perdagangan secara besar-besaran. Disamping itu, petani sering pula menganggapnya sebagai hama kebun yang perlu diberantas. Sementara yang lainnya memanfaatkannya sebagai obat sakit asma.

Pada 1989, CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) memasukan semua species Pteropus ke dalam Apendiks 2, yakni daftar jenis hewan dan tumbuhan yang perdagangannya perlu diawasi dengan ketat agar tidak mengaiami kepunahan. Sudah selayaknya kita menjaga dan melestarikan kekayaan flora dan fauna yang terdapat di alam, bukan hanya bekal warisan anak cucu kita nanti, tetapi jika menjadikan sebuah destinasi wisata menarik akan menjadi daya tarik untuk mengundang wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Sumber :    Dinukil dari Majalah Kirana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang Tahun 2017, hal. 70-72

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *