Eksplorasi Seni Budaya PANJI Yang Kaya

Dari festival inilah dapat tergambarkan betapa Budaya Panji sedemikian beragam dan dapat diekspresikan melalui berbagai bentuk seni dan budaya, mulai yang di panggung, di arena, lapangan terbuka, di bawah pohon, membaur bersama keramaian Pasar Malam, di stan-stan pameran, berupa pawai jalanan, bahkan juga di angkasa dalam bentuk festival layang- layang Panji.

Bukan hanya kalangan seniman saja yang terlibat acara ini melainkan juga para pelajar (lomba fragmen Panji misalnya) serta warga kampung di berbagai kecamatan dalam instalasi Cerita Panji. Hal ini menjadi representasi Raden Panji yang putera Raja namun Budaya Panji tidak menjadi elitis melainkan menyatu dengan rakyat.

Pertunjukan sederhana Wayang Jemblung (gaya baru) dari Komunitas Omah Panji misalnya, tampil mandiri di bawah pohon di depan arena Kampung Panji. Dalang Ki Sujiman yang juga seorang motivator lingkungan menggunakan properti wayang terbuat dari limbah koran seperti wayang suket. Lakon yang dimainkannya adalah cerita yang biasa disajikan Kethek  Ogleng. Dan sebagaimana biasa, usai pertunjukan wayang-wayang itu dilempar (dibagikan) ke anak-anak kecil yang menonton nyaris tanpa jarak sama sekali.

Padepokan Asmara Bangun

Demikian pula pertunjukan selingan berupa Jaranan Dagelan yang tampil membaur di tengah lapangan bersama penonton yang lalu lalang. Suasana merakyat sangat terasa dengan adanya pertunjukan jaranan yang menggunakan pengeras suara TOA tersebut. Aspek dagelan ini menjadi ungkapan yang satir ketika kelompok bernama Onyo Budoyo dari kecamatan Mojo ini menuliskan moto dan visi misinya. Motto: Mewaraskan Masyarakat dan Memasyarakatkan Waras. Visi: Edukatif, Rekreatif, Gokil. Missi: Ben sehat lahir batin, mengurangi pengangguran, ben dapur ngebul.

Sumber :    Dinukil  Dari Majalah Cak Durasim, Majalah Seni Budaya Jawa Timur, Edisi 3, September 2018 [10]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *