Sejarah Dusun Djengkol, Desa Ploso Kidul, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri

Djengkol dulunya bukanlah nama sebuah Desa atau Dukuhan, Djengkol adalah sebuah nama kawasan perkebunan tebu, namun daerah ini kecil ini namanya sangat dikenal masyarakat Jawa Timur bahkan Indonesia. Kini Djengkol merupakan nama dusun, masuk wilayah Desa Plosokidul, kecamatan Plosoklaten.

Tahun 50an, Setelah kemerdekaan pada pemerintahan Bung Karno Djengkol terekrut dalam nasionalisasi perusahan asing. Dalam peta peta lama terbitan Hindia Belanda, Sudah terdapat nama “DJENGKOL”. Areal perkebunan Djengkol ini disebut pula “Penataran Djengkol”. Djengkol dulu adalah perkebunan Cassave (Ketela Pohon/ Singkong) bahan baku tepung tapioca dan Serat Nanas (untuk bahan karung) milik HVA (Handelsvereeniging Amsterdam).

Pabrik ini dulu memiliki sarana dan infrastruktur lengkap, pabrik (emplacement), perumahan karyawan, perumahan pimpinan perusahaan, rumah ibadah Masjid dan Gereja, sekolah, gedung film, gedung pertunjukan seni dan budaya, lapangan olahraga, poliklinik, pasar, sarana telekomunikasi (telephone) dan listrik, hingga terminal pemberhentian (Brak). Pendek kata segala sarana dan prasarana sangat menunjang. Meski  Djengkol dikelilingi oleh hutan dan perkebunan, jauh dari wilayah kota, kawasan ini sangat ramai.

Djengkol, berada jalan raya yang menghubungkan Kota Pare (17 km arah utara) dan Wates (7 km arah selatan). Dan Jalan Kota Kediri – Wates (melalui Ploso Kidul). Bekas pabrik masih ada dan masih, meski tidak memproduksi Karung Goni lagi. Djengkol awalnya setelah nasionalisasi, adalah lahan perkebunan PG. Ngadiredjo (selatan Kediri), kini menjadi wilayah Pabrik Gula Pesantren Baru.

Lahan perkebunan penataran djengkol ini, berada di sisi timur kawasan eks pabrik, Kentoong, Simbar Lor, Simbar Kidul, Bakoong (Bakung), Truneng dan Kallasan. secara administrative kewilayahan masuk Kecamatan Plosoklaten. Namun setelah pemekaran wilayah kini sebagaian masuk wilayah Kecamatan Puncu.

  • Utara    : Dusun Mangunrejo Desa Pranggang
  • Timur   : Area Perkebunan dan hutan lindung Jamban
  • Selatan : Dusun Bendo Desa Jarak
  • Barat    : Dusun Blendri Desa Plosokidul

Djengkol dulu dihubungkan dengan Kentoong, Truneng, Simbar, Bakoong, dengan jalur rel kereta api uap (lorrie). Di Bakoong (bakung) misalanya, tahun 80an, masih bisa melihat emplacement seperti komplek stasiun kereta api besar. Kini hanya bekas bekasnya saja. Komplek perumahan di tengah perkebunan itu masih dihuni oleh para buruh perkebunan, Mungkin mereka sudah generasi ke tiga atau ke empat. Sebagian dari mereka juga masih bekerja di perkebunan.

Tahun 1960, Djengkol menjadi terkenal seiring dengan sejarah kelam bangsa Indonesia, berujung dengan Peristiwa GESTAPU – G30S/PKI – GESTOK.

Versi pemerintah menyebutkan bahwa Peristiwa Djengkol didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang memprovokasi Barisan Tani Indonesia (BTI) sebuah Organisasi Underbouw-nya PKI, Dan  peristiwa ini banyak simpatisan Partai berlambang Palu Arit. Singkat cerita sangat begitu hebohnya Djengkol kala itu, sehingga meletusnya Peristiwa GESTAPU – G30S/PKI – GESTOK banyak orang selalu mengkaitkannya dengan Peristiwa Djengkol dimaksud.=S1WhoT0=

Informan : Bapak Karsi 

2 thoughts on “Sejarah Dusun Djengkol, Desa Ploso Kidul, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri

  1. dusun njengkol..! hemmm… saya jadi ingat sate bekicotnya.. berapa satu porsinya..?

  2. di era reformasi ini semoga kawasan jengkol menjadi jaya dan seperti jaman kejayaannya di tahun 1950 an semoga JENGKOL jaya kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *