Raden Ayu Retno Djumilah, Bupati ke 2 Kabupaten Madiun

ADALAH satu catatan emas untuk sejarah Madiun, bahwa saat Mata­ram di bawah Sutowidjojo berusha untuk memperluas dan menundukkan Purabaya di tahun 1586, kepemimpinan Kabupaten Purabaya telah dise­rahkan dari tangan Pangeran Timoer yang juga Panembahan Rama kepa­da putrinya RADEN AYU RETNO … Selengkapnya

Pengeran Timoer, Bupati Pertama Kabupaten Madiun

PANGERAN TIMOER yang kemudian hari diangkat menjadi Bupati Purabaya pada tanggal 18 Juli 1568 dan mengakhiri pemerintahan Pen­gawasan Kasultanan Demak di Purabaya di bawah Kyai Reksa Gati, kem­udian membuka dan mewarnai Sejarah Awal Kabupaten Madiun, sebagai Bupati yang Pertama (ke … Selengkapnya

Kekeramatan Gunung Kelud Kediri

Kekeramatan Gunung Kelud Kediri, Ritual Sesaji Sarana Raih Wangsit

Gunung Kelud merupakan salah satu tujuan wisata di Jatim yang cukup tersohor. Di balik keistimewaan tersebut, Gunung Kelud diselimuti kabut misteri terkait keberadaan gunung berpuncak strato ini.

RITUAL sesaji Gunung Kelud … Selengkapnya

Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Pada masanya KRI Pasopati 410,  berperan sangat besar dalam mempertahankan kedaulatan negeri ini. Kini dipajang sebagai monumen sekaligus menjadi destinasi wisata dan pembelajaran bagi masyarakat, sekaligus sebagai  ikon dan wisata kota. Monumen  Kapal Selam (Monkasel), berdiri gagah di bibir Kalimas  … Selengkapnya

Kampung Wisata Lingkungan Jambangan

Sekitar tahun 1970-an, banyak warga dari pusat kota Surabaya dan Gresik bergeser ke wilayah Jambangan. Sejak tahun-tahun sebelumnya, banyak warga pendatang yang kemudian bermukim di wilayah ini. Mereka tinggal, bercocok tanam, dan mendulang kehidupan dari perkampungan ini

Lambat laun, jumlah … Selengkapnya

Al’Quran Mini Peninggalan Cheng Hoo

«Al’Quran» Mini Bukti Misi Sejarah Perdamaian Cheng Hoo 

Para ahli dari berbagai Negara sepaham, bahwa Cheng Hoo adalah seorang Muslim yang sholeh, mewakili Muslim Tiongkok sebagai tauladan, utusan perdamaian dunia yang luar biasa, menjadikan “Jiwa toleransi” dari ajaran Islam sebagai … Selengkapnya

Reog Panaraga: Versi Asmarabangun – Rahwanaraja

Tersebutlah dalam kisah, Raden Panji Asmarabangun, Raja Jenggala, pada suatu hari kehilangan empat puluh empat ekor kuda piaraannya. Segera dapat diketahui, bahwa pencurinya adalah Rahwanaraja, yang menguasai hutan wilayah Mataram.

Rahwanaraja ini suatu mahluk berbadan manusia, tetapi berkepala harimau, berperangai … Selengkapnya

Reog Panaraga: Versi Jathasura – Kilisuci – Bujanggalelana dan Kelana – Candrakirana

Buta Locaya, seorang bujangga sakti, pencikal-bakal Daha dan se­kitarnya, mempunyai dua orang anak laki-laki, yang sulung bernama Jakalodra, adiknya Singalodra. Pada suatu hari sang bujangga memanggil kedua anaknya menghadap. Jakalodra mengenakan ikat kepala yang bukan mestinya. Sebagai seorang satria seharusnya … Selengkapnya